Hanya gara-gara batu kecil

hai sobatku semua. saya ada cerita baru lagi nih. Pernah dengar Jl. Godean kan? tidak kurang dari 2x sehari saya selalu melewati jalan tersebut. Pernah suatu saat, saya seperti biasa mengemudikan motor saya dengan kecepatan kurang lebih 60km/jam. Jalanan waktu itu memang saya rasakan cukup padat dengan kendaraan bermotor.                                                                                                                    Tiba-tiba arah depan saya persis, ada motor yang jalannya tiba-tiba gagap dan tidak bisa mengendalikan laju motornya dan kemudian terdengar bunyi “prak prak prak”, motor tadi menabrak motor - motor yang lagi parkir di pinggir jalan. E… usut punya usut, ternyata pengendara motor tadi kaget ngeliat ada batu di tengah jalan, kemudian tanpa pikir panjang berusaha menghindari batu tadi. Dan tidak menyangkanya lagi, batu tadi hanya berukuran kecil kurang lebih 9 cm persegi. Hanya gara-gara batu kecil bisa menimbulkan bencana.  

Komentar (7) »

Etisnya anak muda

Wealah…… anak muda jaman sekarang. Pada lebih mengutamakan etisnya anak muda daripada peduli sama sekitar. Saya pernah liat ada anak kampus yang beli makan sama minum. DIa memakai kemeja dengan celana jin gede + klangsrah (bagian bawah celana sampai kedodoran). Kata anak itu pada ibuk si pemilik warung, “es tehnya satu dibungkus”. Si ibuk kemudian bungkus makanan dengan 1 plastik kresek dan minumnya dengan 1 kresek sendiri. Ada seorang temennya ngomong, “mbok dadekke siji wae.” (mbok jadikan satu aja). Si anak tadi ngomong, “ yo nggak… kan lebih etis. Makanan disendiriin dong”.

Ya itulah salah satu etisnya anak muda jaman sekarang.

Semoga saja sampai rumah, bungkus bungkus plastik yang dibawa si anak tadi tidak ia buang begitu saja menjadi sampah yang gak berarti bahkan malah bikin bencana buat habitat lain.

Komentar (5) »

saputanganku warna merah jambu

Bagaimana sikap kita pada lingkungan

di situlah jawab dari semua kesialan

kita

Ia, lingkungan..

akan memberi kenyamanan

ataukah justru ancaman

Tinggal pikiran,hati,dan tangan ini

mau secara praktis menyingkirkan AC

freon atau tidak.

Ataukah masih memakai tissu kertas

pembawa bencana bagi habitat hutan

ataukah lebih bijak memilih

sapu tangan kain.

Masih ingatkah syair lagu

‘SAPU TANGANKU WARNA MERAH JAMBU?”…

Berikan pada kekasihmu

sapu tangan kain macam ini.

Bukan sapu tangan tissue kertas.

Sekalipun kekasihmu meneteskan air

mata..

Atau dia merengek manja

membutuhkan belaian yang menghiburnya

Jangan usap dengan sehelai tisu,

Atau bahkan berhelai-helai

Jangan usap sekalipun lembut

Usaplah dia dengan sapu tangan cintamu

entah itu warna merah jambu.. atau

biru, ataupun merah padam

Sungguh enak, sepotong coklat

Yang diberikan oleh kekasihmu,

Masuk ke mulut manismu.

Tanganmu yang halus itu ternyata

baru kamu sadari telah penuh

dengan sisa – sisa makanan.

Dengan tanpa ragu, kamu ambil sehelai tisu.

Dan hanya sekilas, kamu membersihkan tanganmu,

Kemudian langsung kamu buang tisu tadi ke tempat sampah.

Malaskah kamu untuk melangkahkan kakimu

untuk mencuci tanganmu….

Berlaku bijaklah kamu dengan tissue

walaupun hanya sehelai.

Karena yang dengan demikian,

Kamu..

sudah mengurangi penebangan pohon

Mengurangi penggundulan hutan.

 

Komentar (3) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1) »